Postingan

Strategi Pembangunan Octahelix

Gambar
 Sosialisasi Strategi Pembangunan Octahelix  Gadut, Rabu tanggal 25 Maret 2026 Inspektorat III Kemendesa bapak Rafdinal melakukan sosialisasi Strategi Pembangunan Octahelix yang merupakan pengembangan dari strategi Pentahelix sebelumnya,  Octahelix yang dimaksud adalah: 1. Pemerintah (Pusat dan Daerah) 2. Masyarakat dan Komunitas  3. Perguruan Tinggi  4. Dunia Usaha  5. Media 6. Tokoh / Pejabat / Prosesional / KOL 7. Yayasan / NGO / Ormas / LSM 8. Inovasi dan Teknologi  Delapan Komponen ini harus sejalan dalam mendorong pembangunan Desa, masing-masing komponen mempunyai tugas dan perannya.  Sosialisasi ini dihadiri Staf Ahli Bupati, Pihak Kecamatan, TAPM, PD dan pemerintahan Nagari Gadut

Monitoring Kegiatan Lapangan

Gambar
 Selasa 28 Oktober 2025 DPMN kabupaten Agam melakukan monitoring kegiatan lapangan bersama TAPM, Camat, PD, PLD, Walinagari, Bamus, Tokoh Masyarakat dan perangkat nagari. Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi yang dipusatkan di aula KAN Nagari Kototangah. Dalam rapat ini dibahas informasi seputar kegiatan yang sedang berlangsung dan permasalahannya, program Bupati dengan tema Masjid Kreatif Hub, KDMP dan lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan. Kunjungan pertama ke Masjid Al Huda Koto Tangah, dilanjutkan ke Bukik Kawin yang dicalonkan sebagai destinasi wisata Nagari, kemudian ke Posyandu Nagari Kapau dan Posyandu nagari Gadut. Kegiatan monitoring bersama ini sangat positif sebagai bentuk kebersamaan dan silaturahmi. Semoga kegiatan ini dijadikan sebagai agenda rutin Pemda sehingga terjalin hubungan harmonis antar Pemda dan pemerintah Nagari.  Desa Kuat Indonesia Berdaulat 

Potensi Wisata Bukik Kawin

     Bukik Kawin terletak di jorong Gantiang Nagari Kototangah kecamatan Tilatang Kamang. Bukit batu kapur ini mempunyai sejarah, baik sejarah nama bukit itu sendiri maupun sejarah perjuangan masa lampau.      Dilihat dari sejarah nama, dikaki bukit tersebut ada bangunan sederhana tempat menikahkan anak kemenakan, itu sebelum adanya KUA. Karena posisi tempat menikahkan orang inilah maka bukit batu ini dikenal sebagai Bukik Kawin. Informasi ini penulis dapatkan dari Tokoh Masyarakat/Adat.  Dilihat dari sejarah peristiwa, Bukik Kawin merupakan benteng pertahanan pejuang dizaman penjajahan karena posisi yang strategis.      Bukik Kawin menyimpan potensi yang luar biasa, selain pemandangan yang indah di bukit ini juga terdapat gua yang digunakan untuk tempat berlindung para pejuang zaman dulu.      Melihat potensi ini Walinagari Koto Tangah bersama masyarakat bersama-sama merintis jalan kepuncak bukit dan kemaren tanggal 16 Ok...